Rabu, 20 Februari 2013

Kiyai Zul Dinobatkan Sebagai Ketua Pembina Taman Sastra NTB



Kiyai Zul Dinobatkan Sebagai Ketua Pembina Taman Sastra NTB 
Wed, 02/20/2013 - 12:13 |  admin


Sumbawa Barat, SumbawaNews.Com. - Bupati Sumbawa Barat yang begitu akrab disapa Kyai Zul, telah dinobatkan menjadi ketua Pembina  Taman Sastra NTB  Komunitas Sastrawan NTB. Penobatan Kiyai Zul, di Bai’at pada Selasa, 19 Februari 2013, setelah melalui proses dialog anatara para perwakilan Sastrawan dari seluruh Kabupaten/Kota Se-Provinsi NTB Bertempat di Aula Hotel Andi Graha Taliwang.

Selain menobatkan Kiyai Zul, dalam dialog yang di prakarsai komunitas Bengkel Sastra Lintang Jakarta, juga membahas masalah nasib dunia sastra yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Masing-masing perwakilan sastrawan yang mewakili daerahnya menyampaikan gambaran dan pandangan tentang kondisi dunia kesusastraan baik yang terjadi di daerah maupun kondisi di wilayah provinsi  Nusa Tenggara Barat. 

Hasil dari dialog, kemudian melahirkan kesepakatan untuk membentuk sebuah forum yang menaungi aktifitas sastrawan di wilayah NTB. Dengan berinisiatif membentuk sebuah payung yang menaungi seluruh sastrawan NTB dengan merekomendasikan nama Taman Sastra NTB. 
"Rasa peduli dengan kondisi Sastra di NTB serta mendaulat Kiyai Zul sebagai dewan Pembina Taman Sastra NTB yang dibentuk secara berdaulat adalah bagian hasil kesepakatan dialog yang kami laksanakan,"terang Agus Irawan Syahmi selaku ketua pelaksana kegiatan dialog.

Ditegaskan Agus, pembentukan taman Sastra NTB. bersama para peserta dialog bukan upaya menyaingi keberadaan Dewan Kesenian NTB yang sejak lama menaungi segala aktifitas berkesnian masyarakat NTB. Tetapi diakuinya, lebih kepada menjadi fatner kerja, agar lebih focus dalam mengembangkan sastra di wilayah NTB. 

Lebih jauh dipaparkan Agus, organisasi Taman Sastra NTB juga bersifat presidium. Artinya, semua Kabupaten di wilayah NTB  diberikan ruang seluas-luasnya untuk berbuat terhadap organisasi tersebut. Dan untuk memperkuat soliditas serta komitmen dari lembaga yang dibentuk. 
" insyaAllah dalam waktu dekat kita akan adakan roadshow ke seluruh Kabupaten yang ada di NTB,"bebernya.

Sementara itu,  Bambang Sugianto salah satu tokoh penggagas pertemuan tersebut pada kesempatan yang sama menjelaskan, sebuah bangsa kalau tidak memiliki kesusastraan maka tidak layak jadi bangsa. Sebagai warga negara yang baik, sudah sepantasnya memperjuangkan sastra, karena sastra merupakan identitas bangsa. Dari hasil Hasil workshop yang telah dilaksanakan di seluruh NTB, masih kata Bambang Sugianto Sugianto, pihaknya begitu merasakan kondisi sastra yang sangat termarginalkan. 

Namun upaya Gubernur dalam peraturannya yang mewajibkan para siswa membaca sastra setiap hari telah menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada kondisi Sastra di daerah.  Sekalipun diakui Bambang Sugianto, implementasinya dilapangan masih jauh dari apa yang diharapkan dalam upaya mengembangkan Sastra di wilayah NTB.

"Kami berharap penuh Kyai Zul sebagai pembina akan tetap memiliki perhatian penuh terhadap dunia kesusastraan. Dan ini sudah dibuktikan dengan  lahir produk buku “Surat Dari Taliwang” yang berisikan kumpulan cerpen siswa dan guru se-Sumbawa Barat, dan Film puisi yang mengeksplore kemampuan membaca puisi anak-anak Sumbawa Barat. Ini betul-betul perhatian yang nyata yang ditunjukkan oleh seorang pemimpin terhadap kepedulian terhadap dunia sastra,"urai Bambang Sugianto.(dEkA)